• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Tampilkan postingan dengan label Ustaz Jeffry Al-Buchori. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ustaz Jeffry Al-Buchori. Tampilkan semua postingan

Ada awan berbentuk orang berdoa di atas pemakaman Uje

Ada hal menarik saat jasad Ustad Jeffry Al Buchori hendak dikebumikan di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Di atas langit terdapat gumpalan awan yang menyerupai bentuk manusia yang sedang berdoa. Seseorang yang berada di area pemakaman pun sempat mengabadikan momen tersebut.

Dari kejadian itu Pipik Dian Irawati Popon, istri Uje hanya bisa berkata. "Subhanallah, dia (Uje) kekasih Allah, kekasih Rasulullah, didoakannya, langsung muncul awan ini, kekuasaan Allah," ujar Pipik saat ditemui di rumah duka, Jalan Narmada III, Rempoa, Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (26/4).

Foto awan yang disebut muncul di atas pemakaman Uje. ©istimewa

5 Firasat keluarga sebelum kepergian Ustaz Jeffry

 5 Firasat keluarga sebelum kepergian Ustaz Jeffry

Kepergian Ustaz Jeffry Al Buchori masih meninggalkan kesedihan bagi keluarga, kerabat, dan para penggemarnya. Ustaz muda yang dikenal gaul ini wafat ketika motor Kawasaki ER-6n yang ditungganginya mengalami kecelakaan di Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Keluarga dan kerabat dekat ustaz muda ini pun masih tak percaya Uje telah pergi meninggalkan mereka untuk selama-lamanya. Bahkan sang istri dua kali pingsan ditinggal suami yang telah memberinya empat anak ini.

Beberapa anggota keluarga dan kerabat dekat mengaku akhir-akhir ini Uje memang terlihat berbeda. Beberapa menyebut bahwa perubahan Uje tersebut sebagai firasat. Namun mereka tidak menyangka bahwa Uje akan pergi meninggalkan mereka secepat ini.

Berikut beberapa firasat keluarga sebelum akhirnya Uje pergi untuk selama-lamanya dari mereka.

1. Uje minta anak tertuanya bertemu 'penjaga' misterius

Seminggu sebelum Uje meninggal, anak pertamanya, Adiba Khanza Az Zahra mengaku heran dengan sang abi. Menurut Adiba, abi yang sangat disayanginya itu meminta dirinya berkenalan dengan 'seseorang' yang selama ini mendampingi ayahnya. Anehnya, 'seseorang' tersebut tidak berwujud di mata Adiba.

"Ketemu Abi Minggu (21/4). Minggu kayak Abi mau pamit, kan Abi lagi sakit. Tiba-tiba disuruh ke toilet, katanya ada temennya. Aku ke dalam (toilet) tapi gak ada apa-apa, tapi Abi maksa," Adiba di kediamannya, Rempoa, Bintaro, Tangerang, Jumat (26/4).

"Kenalin itu om yang suka jaga Abi," ujar Adiba saat menirukan perintah ayahandanya itu.

"Tapi aku gak lihat apa-apa cuma ada pantulan cahaya. Akhirnya aku kenalan aja. Tiba-tiba tadi aku dijemput jam 3 kenapa? Katanya Abi kecelakaan," ujar Adiba sambil menangis tersedu.

Hingga kini Adiba pun masih belum mengetahui siapa 'teman' yang setia penjaga ayahnya itu.

2. Di depan istri, Uje minta wafat saat dakwah

Tak hanya anak pertama yang merasa aneh dengan Uje akhir-akhir ini, sang istri demikian. Pipik Dian Irawati juga mengaku menemukan keanehan sebelum suami tercinta pergi untuk selama-lamanya.

Pipik mendengar beberapa perkataan almarhum yang menyinggung-nyinggung soal kematian. "Dia bilang kalau dia pengen meninggal dalam keadaan dakwah. Kemarin dia ngomongnya," kata Pipik Dian Irawati tersedu-sedu.

Dan ternyata apa yang dikatakan Uje itu pun terjadi. Ustaz gaul itu meninggalkan dirinya dan keempat anaknya untuk menghadap sang Khalik.


3. Minta dikubur bersama sang ayah

Sebelum kepergiannya, almarhum Uje sempat berpesan, untuk dimakamkan dekat dengan ayahnya. Hal itu disampaikan almarhum ketika berziarah menjelang berangkat umroh ke tanah suci Mekkah.

Adik almarhum, Fajar Sidiq mengungkapkan, keinginan Uje itu dikarenakan dia merasa bandel ketika masih muda. Dia berharap bisa terus disayang dan diingatkan oleh sang ayah.

"Beliau sudah amanat pas ziarah terakhir pas mau umroh kemarin beliau bilang, 'Kalau gue mati gue mau deket sama Apih (sebutan bapak)'. Karena dia ngerasa bandel dulu jadi dia pengen deket sama bapak," ujar Fajar Sidiq saat ditemui di rumah duka di kawasan Rempoa, Bintaro, Tangerang, Jumat (26/4).

4. Minta maaf lewat BB

Sebelum pergi untuk selama-lamanya, Ustad Jeffry Al Buchori meninggalkan tanda-tanda akan berpisah. Beberapa orang teman menerima pesan broadcast melalui BlackBerry. Dia dalam pesannya itu mengungkapkan kalau tidak lagi menggunakan nomor HP dan BB yang dipakai saat itu.

"Assalamu'alaikum, mulai hari ini saya gak lagi pake nomor HP dan BBM ini... Sekali lagi maaf lahir bathin, pasti banyak salahnya," begitu tulis almarhum satu hari sebelum kecelakaan yang menimpanya.

Selain BBM di atas, Ustad yang kerap disapa Uje ini juga mengirimkan pesan seperti bernada pamit dalam akun Path-nya.

"Pada akhirnya... semua akan menemukan yang namanya titik jenuh.. Dan pada saat itu... Kembali adalah yang terbaik.. Kembali pada siapa??? Kpd 'Dia' pastinya...Bismi_Ka Allohumm ahya wa amuut," tulis Uje.

5. Uje janji tak akan gunakan BlackBerry lagi

Dua hari sebelum wafat, atau tepatnya pada Rabu (24/4) lalu, Ustad Jeffry Al Buchori sempat meminta maaf kepada beberapa rekan dan jamaahnya. Lewat pesan berantai (broadcast message) BlackBerry itu, Uje, sapaan Ustad Jeffry, bahkan menyampaikan tidak akan menggunakan ponsel pintar itu lagi.

"Dalam BM-nya, dia (Ustad Jeffry) menulis minta maaf kepada siapapun, dan agar semua perbuatannya dimaafkan," ujar adik Uje, Decky Fajar Sidik, di rumah duka, Jalan Narmada III blok I nomor 11, Perumahan Bukit Mas, Rempoa, Tangerang Selatan, Jumat (26/4).
"Dia juga bilang tidak akan menggunakan nomor ponsel dan tidak memakai BlackBerry lagi. Katanya pakai BB banyak dosanya," kata.

Decky pun mengatakan sejak Uje mengirim pesan itu, semua rekan, sahabat, dan jamaahnya kebingungan. Mereka tidak tahu apa maksud Uje mengirim pesan itu.

"Mereka balik bertanya kalau mau menghubungi caranya bagaimana. Sampai sekarang pertanyaan itu tidak pernah dijawab oleh Ustad Jeffry," ujar Decky sembari menahan tangis.


Firasat Ustaz Solmed sebelum Uje wafat


Ustaz Soleh Mahmud, atau lebih dikenal Ustaz Solmed, ternyata memiliki firasat sebelum rekannya sesama dai, Ustaz Jeffry Al Buchori wafat Jumat dinihari tadi. Dia mengaku merasa saat itu Uje, sapaan Ustaz Jeffry, tidak boleh dibiarkan berkendara sepeda motor sendirian.

"Semalam itu, asisten Uje mendatangi rumah saya. Lalu saya tanya, 'Uje ke mana?'," kata Ustaz Solmed di rumah duka, Jalan Namada III blok I nomor I, Perumahan Bukit Mas, Rempoa, Tangerang Selatan, Jumat (26/4).

"Saya langsung bilang sama dia, 'Elu mesti temenin Uje sekarang. Elu susul. Dia enggak boleh naik motor sendirian. Mesti ada yang boncengin'. Entah kenapa tiba-tiba saja malam itu, hati saya merasa Uje ga boleh dibiarkan naik motor sendirian," lanjut Ustaz Solmed.

Anas dan Ibas sampaikan duka cita untuk Ustaz Jeffry
Uje sempat kirim broadcast message sebelum kecelakaan

Ustaz Solmed pun mengatakan, Uje adalah orang yang paling gigih menyemangatinya, pada masa awal saat dia mulai berdakwah. Dia pun mengaku sangat bersyukur

"Uje pesan kepada saya jangan berhenti berdakwah," ujar Ustaz Solmed sembari menangis.

Ustaz Solmed pun menitipkan pesan kepada anak-anak Uje agar jika perlu sesuatu segera menghubunginya. Dia mengaku iba lantaran anak-anak Uje masih kecil.

Ustaz Jeffry Al Buchori wafat akibat kecelakaan sepeda motor pada Jumat dinihari tadi. Sepeda motor Kawasaki ER-6N warna hijau bernomor polisi B 3590 SGQ yang dikendarainya menabrak pohon dan trotoar di Jalan Gedung Hijau VII, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Uje, sapaan Ustad Jeffry sempat dilarikan ke RS Pondok Indah, tapi dia mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan.

Ini perjalanan hidup Ustaz Jeffry


Dia bernama lengkap Jeffry Al Buchori, anak ke tiga pasangan Tatu Mulyana dan Ismail Modal. Sebagai ustaz muda, Uje, demikian dia disapa, tergolong gaul. Sebagai pendakwah muda, tampilanya modis; kaca mata hitam, baju koko bordiran di depan rancangan Itang Yunasz dengan bawahan khas sarung celana Uje.

Bila dia berdakwah, entah lewat radio atau televisi, orang dengan mudah mengenalinya. Suara Uje

Jeffry dibesarkan di tengah keluarga ustaz. Maka wajar bila sejak kecil dia mendapat pendidikan Islam kuat. Buktinya, saat duduk di bangku sekolah kelas 3-5 SD dia meraih prestasi MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur'an) sampai tingkat provinsi.

Setelah lulus SD, bersama ke dua kakaknya, Almarhum Ustaz Abdullah Riyad dan Ustaz Aswan Faisal, bersekolah di Pondok Pesantren El-Qolam Gintung, Jayanti Tangerang. Namun di pesantren Uje terbilang nakal.

Dia sering kali kabur dari pesantren, diam-diam bermain dan menonton di bioskop. Sampai akhirnya dia dikeluarkan dari pesantren. Setelah itu, Uje pindah sekolah ke Madrasah Aliyah. Bukannya bertambah baik, kenakalan Uje justru bertambah parah.

Apalagi setelah lulus Aliyah pada 1990, dia masuk akademi broadcasting. Kenakalan Uje kian tak terbendung. Dia keluar masuk diskotik, gemar dugem, nge-dance, hingga akhirnya kuliah tak tamat juga. Pada 1991 dia malah pernah menjadi dancer.

Tempat tongkrongan Uje biasanya di Institut Kesenian Jakarta. Dia juga sering mendatangi lokasi syuting sinetron. Ketika para pemain sinetron sedang latihan, kadang-kadang dia menjadi pemain pengganti. Bahkan beberapa kali dia juga ikut casting.

Salah satu sinetron yang sempat dia bintangi adalah Pendekar Halilintar. Bahkan Uje pernah dinobatkan sebagai pemeran pria terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI pada 1991.

Uje baru bisa keluar dari kehidupan semu ketika diajak umroh oleh ibu dan kakaknya. Sebagai awal dari usaha pertaubatan, Uje mendapat amanah dari kakak tertuanya almarhum Ustaz Abdullah Riyad agar melanjutkan dakwah di Jakarta.

Alasanya, saat itu Abdullah Riyad mendapatkan kepercayaan dari MUIS (Majlis Ugame Islam Singapura) untuk menjadi Imam besar di Masjid Haji Mohammad Soleh, bersebelahan dengan Maqam Habib Nuh Al Habsyi, Palmer Road, Singapura.

Dia menurut Uje pertama kali berdakwah di sebuah masjid di Mangga Dua. Pipik Dian Irawati, istrinya, menuliskan teks dakwah yang mesti disampaikan saat itu. Hasilnya, honor ceramah sebesar Rp 35.000 dia bawa pulang dan langsung diberikan kepada istrinya.

Dari situ lah Uje mulai berdakwah lewat majelis taklim, mushala, masjid, dan perlahan-lahan bisa seperti sekarang ini, dikenal oleh masyarakat dan banyak dikagumi masyarakat. Uje juga berdakwah dalam bentuk lagu-lagu Islami.

Biasanya, saban Ramadhan Ustaz ini laris diminta berdakwah. Wajahnya juga kerap menghiasi televisi. Sebagai ustaz muda, Uje menjadi trendsetter gaya busana muslim pria. Namanya melambung di kalangan remaja.

Uje meninggal dunia di usia 40 tahun Jumat dini hari, 26 April 2013 dalam sebuah kecelakaan tunggal di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pukul 02.00 WIB. Dia menabrak pohon setelah kehilangan kendali ketika naik Kawasaki ER-6n bernopol B 3590 SGQ.

Dia sempat dirujuk ke Rumah Sakit Pondok Indah dan Rumah Sakit Fatmawati, namun akhirnya meninggal. Selamat tinggal Uje.
serak-serak basah, terkadang pelan, terkadang keras melengking ketika melantunkan ayat Alquran, atau sekadar shalawatan dan mengutip syair lagu islami.

Shalawat terus berkumandang di rumah Ustaz Jeffry


Suasana rumah duka Ustaz Jeffry sampai saat ini masih ramai didatangi para pelayat. Mereka pun tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya lantaran Uje, sapaan Ustad Jeffry, wafat.

Dari pantauan merdeka.com, Jumat (26/4), nampak para pelayat dari tetangga, warga sekitar, rekan sesama dai, hingga beberapa artis nampak memenuhi rumah duka, di Jalan Namada III blok I nomor 11, Perumahan Bukit Mas, Rempoa, Tangerang Selatan, Jumat (26/4). Mereka langsung menuju ruang tengah rumah, tempat jenazah Uje disemayamkan, sebelum dibawa ke Masjid Istiqlal untuk disalatkan.

Di dalam rumah, beberapa pelayat melantunkan lafaz Allah dan mengumandangkan shalawat. Lafaz Allah itu tidak berhenti terucap dari lisan mereka. Sesekali terlihat beberapa pelayat membacakan doa, di depan jenazah Uje.

Jenazah Ustaz Jeffry Al Buchori rencananya bakal dibawa ke Masjid Istiqlal pagi hari ini. Nantinya usai Salat Jumat, jasad Uje, sapaan Ustad Jeffry akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak.

Ustaz Jeffry Al Buchori wafat akibat kecelakaan sepeda motor pada Jumat dinihari tadi. Sepeda motor Kawasaki ER-6N warna hijau bernomor polisi B 3590 SGQ yang dikendarainya menabrak pohon dan trotoar di Jalan Gedung Hijau VII, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Uje, sapaan Ustaz Jeffry sempat dilarikan ke RS Pondok Indah, tapi dia mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan.